Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi ini...!! Mungkin seperti itulah ungkapan bagi orang yang sedang menderita sakit gigi.
Saya mau berbagi pengalaman tentang penderitaan sakit gigi dan cara mengobatinya. Gigi geraham sebelah kanan saya sudah sejak 3 (tiga) bulan yang lalu berlubang, sering sakit namun tak terlalu begitu menyakitkan, hanya cenut-cenut dan tidak lama.
Kemarin sore saya asyik makan coklat dan menikmati pempek kapal selam. Saat menikmati dua makanan itu gigi saya belum terasa sakit.
Sore berlalu dan berganti malam. Saat jam 9 malam tiba-tiba saja gigi yang berlubang tadi terasa cenut-cenut, saya menganggapnya biasa saja, toh selama ini jika terasa cenut-cenut hanya sebentar paling lama 15-30 menit dan setelah itu lenyap rasa sakitnya.
Namun ternyata saya salah, cenut-cenut itu semakin menjadi, berubah menjadi sakit yang luar biasa, syaraf di kepala terasa tertarik. Rasa tak karuan ini sangat mengganggu, saya mencoba meredamnya dengan berkumur dengan air garam lalu menyikat gigi. Rasa sakit itu tak juga lenyap, celakanya saat saya mau minum obat pereda rasa nyeri, persediaan obat itu sudah tak tersisa di kotak obat.
Sampai jam 12 malam saya harus menderita untuk menahan rasa sakit yang luar biasa. Istri saya menyarankan agar saya mau mencoba obat sakit gigi cap burung kakak tua.
Obat ini bukan untuk di minum atau di telan. Obat saki gigi ini dalam bentuk cairan, minyak cengkeh lebih tepatnya. Saya menuruti saran istri, dengan menetas minyak di kapas yang di bentuk bulat lalu menyumpalkannya di gigi yang berlubang dan menekan serta menahannya dengan gigi geraham atas.
Alhamdulillah, sekitar 15 menit kemudian rasa sakit itu sedikit demi sedikit mulai mereda sampai akhirnya saya tertidur pulas.
Saat terbangun hari sudah pagi, gigi tak lagi terasa sakit. Lekas saya mandi dan menuju puskesmas untuk menambal gigi yang berlubang.
Semoga saja pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.@
Saya mau berbagi pengalaman tentang penderitaan sakit gigi dan cara mengobatinya. Gigi geraham sebelah kanan saya sudah sejak 3 (tiga) bulan yang lalu berlubang, sering sakit namun tak terlalu begitu menyakitkan, hanya cenut-cenut dan tidak lama.
Kemarin sore saya asyik makan coklat dan menikmati pempek kapal selam. Saat menikmati dua makanan itu gigi saya belum terasa sakit.
Sore berlalu dan berganti malam. Saat jam 9 malam tiba-tiba saja gigi yang berlubang tadi terasa cenut-cenut, saya menganggapnya biasa saja, toh selama ini jika terasa cenut-cenut hanya sebentar paling lama 15-30 menit dan setelah itu lenyap rasa sakitnya.
Namun ternyata saya salah, cenut-cenut itu semakin menjadi, berubah menjadi sakit yang luar biasa, syaraf di kepala terasa tertarik. Rasa tak karuan ini sangat mengganggu, saya mencoba meredamnya dengan berkumur dengan air garam lalu menyikat gigi. Rasa sakit itu tak juga lenyap, celakanya saat saya mau minum obat pereda rasa nyeri, persediaan obat itu sudah tak tersisa di kotak obat.
Sampai jam 12 malam saya harus menderita untuk menahan rasa sakit yang luar biasa. Istri saya menyarankan agar saya mau mencoba obat sakit gigi cap burung kakak tua.
Obat ini bukan untuk di minum atau di telan. Obat saki gigi ini dalam bentuk cairan, minyak cengkeh lebih tepatnya. Saya menuruti saran istri, dengan menetas minyak di kapas yang di bentuk bulat lalu menyumpalkannya di gigi yang berlubang dan menekan serta menahannya dengan gigi geraham atas.
Alhamdulillah, sekitar 15 menit kemudian rasa sakit itu sedikit demi sedikit mulai mereda sampai akhirnya saya tertidur pulas.
Saat terbangun hari sudah pagi, gigi tak lagi terasa sakit. Lekas saya mandi dan menuju puskesmas untuk menambal gigi yang berlubang.
Semoga saja pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.@
