Lupus adalah kondisi peradangan kronis yang disebabkan oleh penyakit oto-imunitas. Penyakit oto-imunitas adalah penyakit yang terjadi sewaktu jaringan tubuh diserang oleh sistim imunitasnya sendiri. Sistim imunitas adalah sistim yang rumit di dalam tubuh yang dirancang untuk melawan zat-zat yang menimbulkan infeksi, misalnya, bakteri, dan penyerang asing lainnya. Salah satu mekanisme yang digunakan oleh sistim imunitas untuk melawan infeksi adalah produksi antibodi. Pasien penderita lupus menghasilkan antibodi abnormal di dalam darahnya yang menargetkan jaringan dalam tubuhnya sendiri dan bukan zat asing yang menimbulkan infeksi. Lupus dapat menyebabkan penyakit kulit, jantung, paru-paru, ginjal, sendi, dan sistim syaraf.
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap
sehat. Namun, apa jadinya jika kekebalan tubuh justru menyerang organ
tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi
yang berlebih.
Penyakit ini tergolong misterius. Para dokter kadang bingung mendiagnosis
penyakit ini. Namanya sedikit unik, LUPUS.
Lupus dalam bahasa Latin berarti anjing hutan. Istilah ini mulai dikenal
sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai
kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi .
Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah
berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul
sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat
menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik
(LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik
bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES
atau Lupus.
Masih awam
Jumlah penderita Lupus ini tidak terlalu banyak. Menurut data pustaka, di
Amerika Serikat ditemukan 14,6 sampai 50,8 per 100.000. Di Indonesia
bisa dijumpai sekitar 50.000 penderitanya.
Sedangkan di RS Ciptomangunkusumo Jakarta, dari 71 kasus yang
ditangani sejak awal 1991 sampai akhir 1996 , 1 dari 23 penderitanya
adalah laki-laki.
Penyakit Lupus masih sangat awam bagi masyarakat.
Setelah diteliti penyebab Lupus karena faktor keturunan dan lingkungan.
Penyakit ini justru diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun.
Namun begitu, ada juga pria yang mengalaminya. Ahli menduga penyakit
ini berhubungan dengan hormon estrogen.
Karena Lupus menyerang wanita subur, kerap menimbulkan berbagai aspek
kesehatan. Misalnya hubungan dengan kehamilan yang menyebabkan
abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir.
Namun, hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Artinya, justru kehamilan bisa
memperburuk gejala Lupus. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu
hamil atau setelah melahirkan.
Otoimun
Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan sistem kekebalan
perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini
muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber
penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi
yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan.
Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.
Kelainan ini disebut autoimunitas .
Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua
cara yaitu :.
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh,
seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur.
Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau
anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pemben
tukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan
antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pem
buluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan.
Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang
(fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat
dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil
mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks.
Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak
organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat
sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang
fungsi organ tubuh akan terganggu.
Umumnya penderita Lupus mengalami gejala seperti. kulit yang mudah
gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang
berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada
masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip
kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai
cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang
bersisik.
Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang
dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
Untuk sembuh total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus
pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah
meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.
Dengan pengobatan yang baik, sekarang angka kematian akibat Lupus rendah sekali di bawah 10% Jadi sebagian besar pasien terkontrol baik dengan obat-obatan dan dapat bekerja melakukan aktivitas sehari-hati dengan normal. Obat-obat tersebut memang mempunyai efek samping, tapi bila diberikan dengan benar, maka efek sampingnya sedikit sekali dan manfaatnya jauh lebih banyak.
Usia wanita yang rentan serangan Lupus adalah 15-44 tahun. Wanita adalah makhluk yang diberi karunia untuk bisa mengandung. Dengan penyakit Lupus yang paling banyak menyerang wanita, maka timbul pertanyaan apakah penderita Lupus boleh hamil?
Lupus dapat mengganggu kehamilan sehingga terjadi keguguran, gangguan perkembanganjanin atau bayi lahir mati. Sebaliknya kehamilan dapat memperburuk gejala Lupus. Akan tetapi bukan berarti penderita Lupus tidak boleh hamil. Penderita Lupus boleh hamil kecuali mereka yang sakit berat di ginjal, otak, paru-paru dan jantung.
Syaratnya penderita dalam kondisi remisi, yaitu keluhan fisik sudah teratasi dan tidak muncul selama 3-6 bulan. Misalnya sendi tidak terasa nyeri, rambut tidak rontok lagi dan pemeriksaan laboratorium mrnunjukkan antiDSDNA membaik, kadar C3 dan C4 normal.
Penderita Lupus yang pernah mengalami keguguran perlu mewaspadai adanya sindrom antibodi antifosfolipid (APS) yaitu terbentuknya antibodi abnormal yang menyebabkan tromboemboli atau bekuan dalam sirkulasi darah yang menyebabkan kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh. Jika terjadi pada plasenta, pasokan darah dan nutrisi pada janin akan terganggu dan terjadi keguguran.
Stress adalah salah satu pintu utama datangnya penyakit. Hampir 90 % penyakit disebabkan oleh Pikiran (Stress).
Stress yang berlebihan akan mengganggu energi tubuh, sehingga akan menyebabkan ketidakseimbangan energi tubuh yang pada akhirnya menyebabkan keluhan pada fisik atau emosional seseorang.
Odipus, sangatlah dianjurkan untuk menjaga tingkatan stress pada level yang aman, karena jika tidak maka akan mempengaruhi daya tahan tubuh Odipus, dan akan berakibat pada kambuhnya penyakit.
Salah satu cara ampuh untuk mengatasi gangguan energi tubuh akibat efek stress adalah odipus sebaiknya melakukan tapping teratur.
Pangkas semua sumber/aspek permasalahan yang membuat dirinya stress, sehingga jika Odipus menghadapi suatu permasalahan maka dengan tapping, maka akan meniadakan efek negatif yang mengganggu keseimbangan energi tubuh dengan sendirinya emosi terjaga dan daya tahan tubuhnya pun akan terpelihara.
Odipus (orang hidup dengan lupus)akan menghindari hal-hal yang dapat membuat penyakitnya kambuh dengan :
1. Menghindari stress
2. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
3. mengurangi beban kerja yang berlebihan
4. menghindari pemakaian obat tertentu.
odipus dapat memeriksakaan diri pada dokter2 pemerhati penyakit ini, dokter spesialis penyakit dalam konsultasi hematologi, rheumatology, ginjal, hipertensi, alergi imunologi, jika lupus dapat tertanggulangi, berobat dengan teratur, minum obat teratur yang di berikan oleh dokter (yang biasanya diminum seumur hidup), odipus akan dapat hidup layaknya orang normal.
Seperti yang diungkapkan dalam buku kecil Care for Lupus (Syamsi Dhuha), Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus.
Dalam istilah sederhana, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit Lupus Erythematosus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Lupus adalah istilah dari bahasa Latin yang berarti Serigala.
Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi Serigala, tetapi berwarna putih.
Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).
Jenis penyakit Lupus ini memiliki tiga macam bentuk, yang:
-Pertama yaitu Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit.
-Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf.
-Ketiga, Drug Induced Lupus(DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.
Alasan persis untuk oto-imunitas abnormal yang menyebabkan lupus tidak diketahui. Gen keturunan, virus, cahaya ultraviolet, dan obat-obatan semuanya mungkin memainkan peran tertentu. Faktor-faktor genetika meningkatkan kecenderungan untuk mengembangkan penyakit oto-imunitas, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan kelainan kelenjar gondok imunitas lebih umum di antara kerabat pasien penderita lupus daripada populasi pada umumnya. Beberapa ilmuwan percaya bahwa sistim imunitas pada lupus lebih mudah didorong oleh faktor-faktor eksternal seperti virus atau cahaya ultraviolet. Kadang-kadang, gejala lupus dapat dipercepat atau diperparah oleh masa eksposur matahari yang singkat.
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap
sehat. Namun, apa jadinya jika kekebalan tubuh justru menyerang organ
tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi
yang berlebih.
Penyakit ini tergolong misterius. Para dokter kadang bingung mendiagnosis
penyakit ini. Namanya sedikit unik, LUPUS.
Lupus dalam bahasa Latin berarti anjing hutan. Istilah ini mulai dikenal
sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai
kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi .
Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah
berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul
sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat
menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik
(LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik
bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES
atau Lupus.
Masih awam
Jumlah penderita Lupus ini tidak terlalu banyak. Menurut data pustaka, di
Amerika Serikat ditemukan 14,6 sampai 50,8 per 100.000. Di Indonesia
bisa dijumpai sekitar 50.000 penderitanya.
Sedangkan di RS Ciptomangunkusumo Jakarta, dari 71 kasus yang
ditangani sejak awal 1991 sampai akhir 1996 , 1 dari 23 penderitanya
adalah laki-laki.
Penyakit Lupus masih sangat awam bagi masyarakat.
Setelah diteliti penyebab Lupus karena faktor keturunan dan lingkungan.
Penyakit ini justru diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun.
Namun begitu, ada juga pria yang mengalaminya. Ahli menduga penyakit
ini berhubungan dengan hormon estrogen.
Karena Lupus menyerang wanita subur, kerap menimbulkan berbagai aspek
kesehatan. Misalnya hubungan dengan kehamilan yang menyebabkan
abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir.
Namun, hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Artinya, justru kehamilan bisa
memperburuk gejala Lupus. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu
hamil atau setelah melahirkan.
Otoimun
Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan sistem kekebalan
perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini
muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber
penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi
yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan.
Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.
Kelainan ini disebut autoimunitas .
Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua
cara yaitu :.
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh,
seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur.
Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau
anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pemben
tukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan
antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pem
buluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan.
Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang
(fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat
dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil
mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks.
Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak
organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat
sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang
fungsi organ tubuh akan terganggu.
Umumnya penderita Lupus mengalami gejala seperti. kulit yang mudah
gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang
berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada
masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip
kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai
cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang
bersisik.
Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang
dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
Untuk sembuh total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus
pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah
meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.
Dengan pengobatan yang baik, sekarang angka kematian akibat Lupus rendah sekali di bawah 10% Jadi sebagian besar pasien terkontrol baik dengan obat-obatan dan dapat bekerja melakukan aktivitas sehari-hati dengan normal. Obat-obat tersebut memang mempunyai efek samping, tapi bila diberikan dengan benar, maka efek sampingnya sedikit sekali dan manfaatnya jauh lebih banyak.
Usia wanita yang rentan serangan Lupus adalah 15-44 tahun. Wanita adalah makhluk yang diberi karunia untuk bisa mengandung. Dengan penyakit Lupus yang paling banyak menyerang wanita, maka timbul pertanyaan apakah penderita Lupus boleh hamil?
Lupus dapat mengganggu kehamilan sehingga terjadi keguguran, gangguan perkembanganjanin atau bayi lahir mati. Sebaliknya kehamilan dapat memperburuk gejala Lupus. Akan tetapi bukan berarti penderita Lupus tidak boleh hamil. Penderita Lupus boleh hamil kecuali mereka yang sakit berat di ginjal, otak, paru-paru dan jantung.
Syaratnya penderita dalam kondisi remisi, yaitu keluhan fisik sudah teratasi dan tidak muncul selama 3-6 bulan. Misalnya sendi tidak terasa nyeri, rambut tidak rontok lagi dan pemeriksaan laboratorium mrnunjukkan antiDSDNA membaik, kadar C3 dan C4 normal.
Penderita Lupus yang pernah mengalami keguguran perlu mewaspadai adanya sindrom antibodi antifosfolipid (APS) yaitu terbentuknya antibodi abnormal yang menyebabkan tromboemboli atau bekuan dalam sirkulasi darah yang menyebabkan kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh. Jika terjadi pada plasenta, pasokan darah dan nutrisi pada janin akan terganggu dan terjadi keguguran.
Stress adalah salah satu pintu utama datangnya penyakit. Hampir 90 % penyakit disebabkan oleh Pikiran (Stress).
Stress yang berlebihan akan mengganggu energi tubuh, sehingga akan menyebabkan ketidakseimbangan energi tubuh yang pada akhirnya menyebabkan keluhan pada fisik atau emosional seseorang.
Odipus, sangatlah dianjurkan untuk menjaga tingkatan stress pada level yang aman, karena jika tidak maka akan mempengaruhi daya tahan tubuh Odipus, dan akan berakibat pada kambuhnya penyakit.
Salah satu cara ampuh untuk mengatasi gangguan energi tubuh akibat efek stress adalah odipus sebaiknya melakukan tapping teratur.
Pangkas semua sumber/aspek permasalahan yang membuat dirinya stress, sehingga jika Odipus menghadapi suatu permasalahan maka dengan tapping, maka akan meniadakan efek negatif yang mengganggu keseimbangan energi tubuh dengan sendirinya emosi terjaga dan daya tahan tubuhnya pun akan terpelihara.
Odipus (orang hidup dengan lupus)akan menghindari hal-hal yang dapat membuat penyakitnya kambuh dengan :
1. Menghindari stress
2. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
3. mengurangi beban kerja yang berlebihan
4. menghindari pemakaian obat tertentu.
odipus dapat memeriksakaan diri pada dokter2 pemerhati penyakit ini, dokter spesialis penyakit dalam konsultasi hematologi, rheumatology, ginjal, hipertensi, alergi imunologi, jika lupus dapat tertanggulangi, berobat dengan teratur, minum obat teratur yang di berikan oleh dokter (yang biasanya diminum seumur hidup), odipus akan dapat hidup layaknya orang normal.
Seperti yang diungkapkan dalam buku kecil Care for Lupus (Syamsi Dhuha), Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus.
Dalam istilah sederhana, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit Lupus Erythematosus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Lupus adalah istilah dari bahasa Latin yang berarti Serigala.
Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi Serigala, tetapi berwarna putih.
Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).
Jenis penyakit Lupus ini memiliki tiga macam bentuk, yang:
-Pertama yaitu Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit.
-Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf.
-Ketiga, Drug Induced Lupus(DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.
Alasan persis untuk oto-imunitas abnormal yang menyebabkan lupus tidak diketahui. Gen keturunan, virus, cahaya ultraviolet, dan obat-obatan semuanya mungkin memainkan peran tertentu. Faktor-faktor genetika meningkatkan kecenderungan untuk mengembangkan penyakit oto-imunitas, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan kelainan kelenjar gondok imunitas lebih umum di antara kerabat pasien penderita lupus daripada populasi pada umumnya. Beberapa ilmuwan percaya bahwa sistim imunitas pada lupus lebih mudah didorong oleh faktor-faktor eksternal seperti virus atau cahaya ultraviolet. Kadang-kadang, gejala lupus dapat dipercepat atau diperparah oleh masa eksposur matahari yang singkat.